Dana BOS SD dan SMP di Kendari Capai Rp48 Miliar Tahun ini

Pendidikan1266 Dilihat

HaluoleoNews.ID, KENDARI- Tercatat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kendari  tahun 2023 kurang lebih Rp48 miliar. Jumlah tersebut, diperuntukan kepada 128 SD dan SMP di Kendari, baik sekolah negeri maupun swasta.

Tim Penyaluran Dana BOS Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kendari, Yuharis mengatakan, bahwa alokasi anggaran dana BOS Dikmudora Kendari 2023 ini mengalami kenaikan. Hal tersebut menyusul adanya penambahan 4 SD swasta dan 1 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

Ia menuturkan, 4 SD swasta tersebut dikelola langsung oleh masyarakat. Besarnya juga anggaran dana BOS dipengaruhi oleh letak geografis masing- masing daerah. Misalnya Kabupaten Wakatobi lebih besar dana BOSnya ketimbang Kendari.

“Semakin sulit letak geografis suatu wilayah untuk melakukan perjalanan, akan mempengaruhi biaya transportasi mereka. Makanya disitu pertimbangannya, sehingga kalau di Kendari dana BOS 1 siswa SD dan SMP sekitar Rp900 ribu- Rp1.100.000 pertahun, di Kabupaten Wakatobi bisa saja sampai Rp2 juta pertahun,” ujarnya, Selasa (11/4).

Ia menjelaskan, dana BOS sendiri diperuntukan untuk operasional satuan pendidikan. Dimana peruntukannya sudah diatur di dalam petunjuk Teknis (Juknis), ada 11 komponen penggunaan dana BOS diantaranya pengadaan buku, pembayaran honor tenaga kependidikan, honor tenaga kontrak guru, rehab ringan, dan belanja jasa seperti jaringan Wifi dan listrik.

Sedangkan, sambung dia, untuk rehab berat seperti perbaikan gedung tidak diperbolehkan menggunakan dana BOS. Ditambah berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) 18 Tahun 2022, pengadaan atau belanja barang diatas Rp1 juta wajib menggunakan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLAH).

“Kendala yang sering kita temukan di lapangan, pengadaan barang melalui aplikasi SIPLAH ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Padahal sekolah membutuhkan barangnya cepat karena sudah mendesak, misalnya membutuhkan mesin air karena mesin air di sekolah rusak padahal air dibutuhkan waktu itu juga,” pungkasnya.

 

Reporter: La Ode Hamid

Editor     : Anshar 

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *