Dari Sopir dan Cleaning Service ke Plt Rektor UHO: Kisah Panjang Dr. Herman

HaluOleoNews.ID, KENDARI- Nama Dr. Herman, S.H., LL.M kini kian dikenal luas oleh masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Sosok yang sebelumnya akrab di lingkungan akademik Universitas Halu Oleo (UHO) itu dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO.

Kepercayaan tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar yang sarat tantangan. Mengelola perguruan tinggi negeri terbesar di Bumi Anoa (sebutan untuk Sultra) tentu bukan perkara ringan. Namun bagi Dr. Herman, amanah ini juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier sekaligus kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar yang selama ini menyertai langkahnya dalam sunyi.

Perjalanan yang Tidak Instan

Jika menengok ke belakang, perjalanan Dr. Herman menuju posisi tertinggi di kampus hijau itu bukanlah kisah yang instan. Jalan yang ditempuh penuh liku, pengorbanan, dan kesabaran. Ia memulai segalanya dari bawah, dari titik yang mungkin tak pernah terbayangkan akan membawanya ke kursi rektor.

Sebelum dikenal sebagai akademisi dan pemimpin kampus, Dr. Herman pernah menjalani peran yang jauh dari gemerlap jabatan. Ia pernah menjadi sopir almarhum Prof. Muntaha, sosok perintis berdirinya Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo. Tak hanya itu, ia juga pernah bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning service) demi menyambung hidup dan tetap bertahan di lingkungan kampus. Hari-hari itu dijalaninya dengan penuh ketekunan. Tanpa keluh, tanpa gengsi.

Doa di Balik Setir dan Cleaning Service

Ada satu fase yang tak pernah dilupakan Dr. Herman. Saat mendampingi almarhum Prof. Muntaha dalam berbagai kunjungan, ia kerap menyaksikan sang profesor bertemu tokoh-tokoh penting, pejabat, dan para pemimpin berpengaruh. Di saat itulah, dalam diam, ia menanamkan harapan besar dalam dirinya.

“Ketika almarhum Prof. Muntaha melakukan pertemuan dengan orang-orang besar, di situ saya selalu berdoa semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi seperti mereka,” kenangnya.

Doa itu tidak diucapkan lantang. Ia dipanjatkan di balik setir mobil, di sela-sela pekerjaan membersihkan, dan di tengah kelelahan fisik. Sebuah doa yang lahir dari keyakinan bahwa kerja keras dan kesungguhan tak akan mengkhianati hasil.

Konsistensi, Ketekunan, dan Pendidikan

Berkat keteguhan hati, Dr. Herman terus menata langkah. Pendidikan dijadikannya sebagai jalan utama untuk mengubah nasib. Ia belajar, berproses, dan berkembang di lingkungan kampus yang sama tempat ia dulu bekerja serabutan. Perlahan tapi pasti, ia menapaki jenjang akademik hingga dipercaya menjabat, diantaranya sebagai mantan Dekan Fakultas Hukum, lalu Wakil Rektor III, dan kini Plt Rektor UHO. Doa-doa yang dulu dipanjatkan dalam kesunyian, satu per satu mulai terjawab.

Pesan dari Sebuah Perjalanan Hidup

Kisah Dr. Herman bukan sekadar cerita tentang jabatan atau karier akademik. Ini adalah potret nyata tentang ketekunan, kesabaran, dan keyakinan pada proses. Bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk meraih mimpi besar. Bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang menempa karakter dan harapan.

Kini, dari balik meja rektor, Dr. Herman membawa pengalaman hidup yang lengkap bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai sosok yang pernah merasakan pahitnya perjuangan dari titik terendah. Pengalaman itulah yang menjadi modal berharga dalam memimpin Universitas Halu Oleo ke arah yang lebih inklusif, berkeadilan, dan manusiawi.

Sebuah perjalanan panjang yang membuktikan bahwa tidak ada doa yang sia-sia, dan tidak ada kerja keras yang benar-benar hilang. (*)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *