HaluOleoNews.ID, KENDARI- Daya beli masyarakat pada awal bulan Ramadan terpantau mengalami peningkatan, terutama pada minggu pertama. Kondisi tersebut dinilai sebagai pola yang biasa terjadi setiap tahun selama bulan suci.
Hal itu disampaikan, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka terkait kondisi pergerakan ekonomi masyarakat selama Ramadan. Ia menjelaskan bahwa pada minggu pertama Ramadan, aktivitas belanja masyarakat cenderung meningkat karena kebutuhan awal puasa.
“Daya beli masyarakat pada minggu pertama Ramadan memang naik. Kemudian pada minggu kedua biasanya agak menurun,” ujarnya.
Namun demikian, ia memprediksi daya beli masyarakat akan kembali meningkat memasuki minggu ketiga hingga menjelang akhir Ramadan. Peningkatan tersebut dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Nanti menjelang minggu ketiga sampai minggu keempat biasanya akan naik lagi. Itu memang siklus yang biasa terjadi karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menunjukkan lonjakan yang terlalu drastis dan masih tergolong normal.
“Artinya tidak ada kenaikan yang terlalu drastis. Ini hal yang normal karena menyangkut kebutuhan masyarakat selama Ramadan,” katanya.
Selain itu, ia memastikan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok di pasaran saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stoknya semua cukup. Tinggal bagaimana kita mempertahankan stabilitas harga di pasaran,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk memainkan harga kebutuhan pokok.
“Jangan sampai harga-harga itu terlalu dimainkan. Yang penting harga tetap stabil sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhannya selama Ramadan,” pungkasnya. (Red)










