HaluOleoNews.ID, KENDARI – Kehadiran Posko Kesehatan Biddokkes Polda Sulawesi Tenggara di kawasan terdampak banjir Kali Wanggu, Lepo-Lepo, Kota Kendari mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai pelayanan kesehatan gratis yang diberikan sangat membantu di tengah kondisi pascabanjir yang masih menyulitkan aktivitas sehari-hari.
Sejumlah warga terdampak banjir tampak mendatangi posko kesehatan untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka. Keluhan yang dialami pun beragam, mulai dari gatal-gatal, batuk, pilek hingga diare akibat terlalu lama terendam air banjir dan kelelahan membersihkan rumah.
Salah seorang warga, Nurhayati, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan posko kesehatan tersebut karena masyarakat dapat langsung memperoleh pengobatan tanpa harus pergi jauh ke fasilitas kesehatan lainnya.

“Harapannya semoga selalu ada posko seperti ini kalau terjadi kebencanaan supaya masyarakat bisa berobat. Masyarakat juga lebih antusias datang ke sini daripada ke rumah sakit karena aksesnya lebih terjangkau,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Ia mengatakan, banjir yang melanda kawasan Kali Wanggu berdampak pada seluruh anggota keluarganya. Dalam satu rumah terdapat 2 KK dan 5 orang yang mengalami berbagai keluhan kesehatan pascabanjir.
“Ada yang gatal-gatal, diare, sampai kurang nafsu makan. Tadi juga ponakan saya sempat dibawa ke Puskesmas karena diare,” katanya.

Sementara itu, Personel Biddokkes Polda Sultra, IPTU. Dr. Sumardin, SKM., M.Kes., M.M. menyampaikan bahwa posko kesehatan tersebut direncanakan beroperasi selama lima hari. Namun pihaknya tetap siap memberikan pelayanan apabila masyarakat masih membutuhkan bantuan medis.
“Kalau di sprint itu sampai lima hari. Tetapi kalau memang masyarakat sekitar masih membutuhkan pelayanan kesehatan, kita tetap bantu di sini juga,” ungkapnya.
Menurutnya, selama beberapa hari pelayanan, warga yang datang didominasi mengalami penyakit kulit dan gangguan pernapasan ringan akibat dampak banjir dan cuaca dingin.
“Rata-rata masyarakat datang sendiri ke sini mengeluh gatal-gatal karena pengaruh rendaman air. Ada juga yang pilek, diare dan amandel kambuh karena terlalu lama kedinginan,” jelasnya.

Ia menambahkan, antusiasme warga terhadap posko kesehatan cukup tinggi. Masyarakat datang secara sukarela untuk berobat setelah mengetahui adanya layanan kesehatan gratis di lokasi banjir. “Masyarakat sangat menyambut baik. Kita tidak panggil mereka, tetapi mereka datang sendiri karena tahu ada posko kesehatan di sini,” tutupnya.
Diketahui, berdasarkan pantauan media ini, pada Jumat (15/5/2026) sekitar 300 warga terdampak banjir telah memanfaatkan layanan kesehatan di Posko Biddokkes Polda Sultra yang didirikan di kawasan Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari. (Red)






