HaluoleoNews.ID, KENDARI – Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan. Setelah sebelumnya melaksanakan penyuluhan bertajuk “Pentingnya Perhutanan Sosial sebagai Upaya Menjaga Kelestarian Hutan dan Adaptasi Perubahan Iklim serta Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Sekitar Hutan Lindung Nanga-Nanga Papalia Kota Kendari”pada akhir September lalu.
Kini tim dosen FHIL UHO kembali melanjutkan program tersebut dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Multi Purpose Tree Species di kawasan Hutan Lindung Nanga-Nanga, Kota Kendari, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat Internal UHO, yang bertujuan mendukung upaya pelestarian hutan, mitigasi pemanasan global, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Program ini terselenggara atas kerja sama antara UHO dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Konaweha, Balai Perhutanan Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara, serta melibatkan Kelompok Tani Hutan (Poktan) Puncak Harapan Nanga-Nanga sebagai mitra pelaksana di lapangan.
Saat ditemui, Kepala Seksi (Kasi) Penguatan Kelembagaan BPDAS Konaweha, Amiruddin, S.P., M.P., menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh UHO. Ia menilai kegiatan penanaman pohon di kawasan hutan lindung ini sangat relevan dengan tugas dan fungsi BPDAS dalam rehabilitasi hutan dan lahan.

“Kami dari BPDAS Konaweha sangat mendukung kegiatan ini, karena sesuai dengan tugas pokok kami dalam melakukan rehabilitasi hutan dan lahan. Penanaman ini sangat tepat, mengingat lokasinya berada di kawasan hutan yang memang perlu dipulihkan fungsinya,” ujarnya.
Amiruddin menjelaskan, kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh UHO memiliki nilai strategis karena mengusung konsep penanaman berfungsi ganda (multi purpose tree species), yaitu mengombinasikan tanaman yang bernilai ekologis dengan tanaman bernilai ekonomi.

“Kami melihat kegiatan ini tidak hanya menanam pohon untuk penghijauan semata, tetapi juga mengombinasikan tanaman konservasi dengan tanaman produktif. Ini penting agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari pihak universitas terhadap kelompok masyarakat agar kegiatan ini tidak berhenti pada tahap awal penanaman saja, tetapi terus diikuti dengan kegiatan pemeliharaan, edukasi, dan pemberdayaan.

Kami berharap pihak UHO terus melakukan pendampingan terhadap kelompok masyarakat. Dengan begitu, lahan-lahan yang semula kritis bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” tambah Amiruddin.
Ia juga menilai bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi kebijakan perhutanan sosial, di mana masyarakat diberikan hak dan tanggung jawab untuk mengelola kawasan hutan secara legal, berkelanjutan, dan berbasis kesejahteraan.
“Program ini sebenarnya merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada masyarakat. Melalui kebijakan perhutanan sosial, masyarakat kini diberi kesempatan untuk mengelola kawasan hutan secara langsung melalui skema seperti Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Hutan Desa,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian FHIL UHO, Prof. Dr. Ir. Aminuddin Mane Kandari, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan tindak lanjut dari penyuluhan yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh pihaknya. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya kegiatan simbolis, melainkan aksi nyata untuk menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami bersyukur karena kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BPDAS Konaweha, yang menegaskan bahwa pelestarian hutan tidak cukup hanya dengan teori, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata, salah satunya dengan menanam pohon,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak BPDAS Konaweha telah memberikan dukungan berupa 850 bibit tanaman yang siap ditanam di kawasan tersebut. Bibit yang dipilih disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat agar tidak hanya menjaga fungsi ekologis hutan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

“Prinsipnya sederhana, hutan harus terpelihara, tetapi masyarakat di sekitarnya juga harus hidup sejahtera. Karena itu, kami mengombinasikan antara tanaman konservasi dan tanaman bernilai ekonomi seperti durian dan mangga agar manfaatnya berkelanjutan,” ucapnya.
Kami berharap tiga tahun ke depan kawasan ini sudah hijau dan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Mari kita rawat bersama pohon-pohon yang kita tanam hari ini demi lingkungan yang lestari dan masa depan yang lebih baik,” tutup Prof. Aminuddin.
Adapun jenis-jenis bibit pohon yang ditanam meliputi Jabon Merah (100 pohon), Gito-Gito (100), Jati Putih (100), Alpukat (125), Durian (125), Pete (150), Pala (125), dan Kemiri (50). Semua bibit tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan vegetasi hutan serta memberikan sumber ekonomi bagi masyarakat di kawasan Puncak Nanga-Nanga.

Kegiatan Bimtek dan penanaman ini juga melibatkan mahasiswa FHIL UHO sebagai bagian dari implementasi mata kuliah dan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Prof. Aminuddin berharap kegiatan seperti ini dapat membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
“Saya selalu berpesan kepada mahasiswa agar kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi menjadi pengalaman nyata pembentukan karakter peduli lingkungan,” katanya.
Ketua Kelompok Tani Puncak Harapan, La Ode Roni, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari pihak universitas.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Universitas Halu Oleo, khususnya Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut ke depannya,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para petani penerima manfaat agar menjaga dan memanfaatkan bantuan bibit tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Pesan saya kepada para petani, mari kita jaga dan manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Semoga apa yang diberikan pihak Fakultas Kehutanan dapat berguna bagi masyarakat di sekitar Puncak Nanga-Nanga,” tambahnya.
Diketahui, Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Prof. Aminuddin Mane Kandari dengan anggota: Dr. La Ode Midi, S.P., M.P., La Ode Agus Salim Mando, S.Hut., M.Sc., Alamsyah Flamin, S.Hut., M.P., Hafidah Nur, S.P., M.Si., Wa Ode Hastianti Fahidci, S.K.M., serta dua mahasiswa, Wa Ode Aulya Nurandina dan Nur Aini. (*)






