Pemkot Kendari Hadiri Rilis Inflasi Maret 2026, Tekankan Pentingnya Data untuk Stabilitas Harga

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati, menghadiri rapat rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi Kota Kendari yang digelar di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Rabu (1/4/2026).

Mewakili Wali Kota Kendari, Nismawati menegaskan bahwa data IHK dan inflasi memiliki peran strategis dalam mendukung perumusan kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Data statistik yang akurat dan terpercaya menjadi dasar penting dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan laju inflasi di daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, inflasi merupakan salah satu indikator utama dalam melihat perkembangan kondisi perekonomian daerah. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BPS dalam menghasilkan data yang valid, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, ketersediaan data yang berkualitas akan membantu pemerintah merumuskan kebijakan strategis yang tepat sasaran, terutama dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok.

Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta instansi terkait guna menjaga kondisi perekonomian tetap kondusif.

Sementara itu, perwakilan BPS Kota Kendari memaparkan bahwa perkembangan inflasi dipengaruhi oleh sejumlah kelompok pengeluaran, di antaranya makanan, minuman dan tembakau, transportasi, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

BPS juga menjelaskan bahwa pengumpulan data harga dilakukan secara rutin di sejumlah pasar sebagai sampel penghitungan IHK, kemudian diolah menggunakan metodologi statistik nasional untuk menggambarkan kondisi ekonomi secara komprehensif.

Berdasarkan rilis BPS, pada Maret 2026 Kota Kendari mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,33 persen dengan IHK sebesar 110,30. Secara year on year (y-on-y), inflasi tercatat sebesar 2,95 persen, sementara year to date (y-to-d) sebesar 1,16 persen.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi m-to-m dengan andil 0,28 persen. Sejumlah komoditas yang memicu inflasi antara lain bahan bakar rumah tangga, beras, bensin, cabai rawit, ikan kembung, udang basah, kangkung, cumi-cumi, sigaret kretek mesin, serta baju muslim wanita.

Untuk inflasi tahunan (y-on-y), kelompok makanan, minuman dan tembakau juga menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,84 persen, terutama dari komoditas ikan kembung. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil 0,77 persen, dipicu oleh komoditas emas dan perhiasan, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,48 persen yang didorong oleh tarif listrik.

Angka inflasi tersebut mencerminkan adanya perubahan harga pada sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor distribusi, ketersediaan pasokan, serta tingkat permintaan.

Melalui kondisi tersebut, Pemerintah Kota Kendari terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *