HaluOleoNews.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya penanganan stunting dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk melalui program orang tua asuh bagi anak yang mengalami stunting.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM mengungkapkan bahwa jumlah anak yang teridentifikasi mengalami stunting di Kota Kendari sebelumnya (2025) mencapai sekitar 500 anak. Namun berkat berbagai program intervensi, angka tersebut berhasil ditekan hingga tersisa sekitar 460 anak pada Desember tahun lalu.
Menurutnya, upaya menurunkan angka stunting bukanlah pekerjaan yang mudah karena tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan anak semata, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain.
“Menurunkan angka stunting ini tidak mudah. Bukan hanya kesehatan anak yang harus kita perhatikan, tetapi juga kondisi rumahnya, lingkungan sosial orang tuanya, hingga faktor ekonomi keluarga,” ujarnya baru- baru ini.
Sebagai bentuk komitmen dalam percepatan penanganan stunting, Pemerintah Kota Kendari telah mengeluarkan kebijakan agar jajaran pemerintah daerah menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang mengalami stunting.
Dalam program tersebut, Siska Karina Imran sendiri menjadi orang tua asuh bagi 30 anak. Sementara Wakil Wali Kota mengasuh 10 anak, Sekretaris Daerah lima anak, serta Ketua DPRD dan sejumlah anggota DPRD juga turut dilibatkan dalam program tersebut.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat menggugah kepedulian semua pihak untuk bersama-sama membantu anak-anak yang mengalami stunting di Kota Kendari.
“Mudah-mudahan ini bisa menggerakkan hati kita semua untuk membantu masyarakat kita, khususnya anak-anak yang mengalami stunting,” katanya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap angka stunting dapat terus ditekan sehingga kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak di daerah tersebut semakin baik. (Red)






