Sebut Golkar akan Menjadi Brutus, AMPI Sultra : Ini Hanya Membuat Kegaduhan dengan Opini Tak Berdasar

Berita Utama1669 Dilihat

HaluoleoNews.ID, KENDARI- Pernyataan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam salah satu Poadcast bahwa Partai Golkar bisa menjadi Brutus di pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka mendapat kecaman keras Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut Sekretaris, DPD AMPI Sultra, Khalid Al Hadring Smith, pernyataan ini hanya membuat kegaduhan dengan opini tak berdasar.

“Kata Brutus kalau melihat dari sejarah merupakan panggilan dari Marcius Junius Brutus alias Quintus Servilius Caepio Brutus yang merupakan seorang politikus pada masa Romawi Kuno. Brutus dikenal sebagai pemimpin konspirasi pembunuhan kaisar Romawi Julius Caesar ,” sehingga kata Brutus ini dalam konteks politik diterjemahkan sebagai penghianat.

Hal ini tentunya bertolak belakang dengan nilai-nilai dan doktrin yang sudah tertanam di Partai Golkar yaitu PDDLT (Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Partai Golkar dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto telah membuktikan Dedikasi dan loyalitasnya kepada pemerintah sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga menjadi Partai Pertama yang mengusung Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Sekretaris DPD AMPI Sultra yang biasa di sapa Ismith ini bahkan mengaku bahwa Partai Golkar terbukti bekerja memenangkan pasangan Prabowo – Gibran di Bumi Anoa Sultra, dengan hasil Rapat Pleno Perolehan Rekapitulasi Nasional di angka 71,11 % unggul jauh atas pasangan nomor urut 1 Anies – Muhaimin 23,03 % dan Ganjar – Mahfud 5,79 %.

“Sebagai Peneliti dan juga Direktur Eksekutif lembaga survei, Qodari patutnya menganalis dulu sebelum mengeluarkan sebuah statement, jangan mengeluarkan statement yang tak berdasar lalu membuat kegaduhan di masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan Qodari ini diduga buntut hasil dari tidak terpilihnya Indo Barometer sebagai salah satu lembaga Survei Partai Golkar untuk Calon Kepala Daerah.

Hal ini tentu wajar saja, karena kita melihat hasil survei yang dikeluarkan Indo Barometer yang lalu dimana pada 21 maret 2023, Qodari menyatakan hasil survei dari Partai Golkar hanya akan mendapatkan 7,7 % suara. Tapi lihat pada kenyataannya hasil Pemilu 2024, Partai Golkar meraih suara sebesar 15,29 %.

“Sebagai peneliti, seharusnya Qodari berbicara dengan data, fakta dan serangkaian opini yang konstruktif agar hasil lembaga surveinya bisa akurat kemudian bisa dipakai oleh Partai Politik,” tandasnya.

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *