HaluoleoNews.ID, KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali menggelar Sekolah Organisasi Kemahasiswaan bertema “Membangun Pemimpin Muda yang Berkarakter, Adaptif, dan Visioner”, yang dipusatkan di Gedung Workshop Training Center (WTC) Unsultra, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan yang merupakan agenda tahunan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta kualitas kader organisasi mahasiswa.
Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc., Agric, para dekan, wakil dekan, ketua program studi, serta menghadirkan narasumber internal kampus dan dua narasumber eksternal berpengalaman, yakni Mantan Wakil Rektor III Universitas Halu Oleo (UHO) dan perwakilan Polda Sulawesi Tenggara.
Dalam keterangannya kepada media, Prof. Andi Bahrun menegaskan pentingnya penguatan organisasi mahasiswa sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus memahami cara berorganisasi yang baik, sekaligus menyadari peran strategis mereka sebagai agen perubahan.

“Mahasiswa adalah calon-calon pemimpin masa depan; harapan orang tua, institusi, dan masyarakat untuk berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Prof. Andi menjelaskan bahwa melalui sekolah organisasi ini mahasiswa dibekali kemampuan untuk merencanakan kegiatan, menggerakkan anggota, serta menjadi teladan dalam lingkungan akademik maupun sosial. Ia juga menguraikan lima syarat penting dalam gerakan kemahasiswaan: idealisme, realisme, penggunaan data yang akurat, soliditas, serta ketaatan pada aturan.

“Jika ingin organisasi kemahasiswaan memiliki kekuatan, maka yang harus disolidkan pertama adalah pengurusnya, kemudian seluruh anggotanya. Dan yang terpenting, mahasiswa harus taat pada aturan dan tidak terjebak pada tindakan yang merugikan institusi,” tegasnya.
Rektor Unsultra juga menyampaikan kabar baik mengenai capaian kemahasiswaan Unsultra yang berhasil meraih predikat “Sangat Baik” dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil kerja keras mahasiswa melalui prestasi, kegiatan organisasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh organisasi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas kontribusi melalui forum-forum dialog yang santun, produktif, dan konstruktif.
Sementara itu, Ketua BEM Unsultra, Andi Reza, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penguatan kaderisasi antarorganisasi di lingkungan kampus.

Menurutnya, setiap organisasi mahasiswa telah memiliki sistem kaderisasi yang baik, dan diharapkan mampu melahirkan pemimpin muda yang peka terhadap isu-isu di Sulawesi Tenggara serta siap menghadapi tantangan zaman.

“Saya yakin kader-kader organisasi mahasiswa Unsultra telah melahirkan generasi yang matang, generasi yang siap bergerak, dan Insya Allah kelak akan menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama untuk memperkuat budaya organisasi yang adaptif, responsif, dan berintegritas di lingkungan Universitas Sulawesi Tenggara. (Red)






