UPT PK2M UHO Gelar Pelatihan Kewirausahaan kepada Ratusan Mahasiswa Lingkup Kampus

HaluoleoNews.ID, KENDARI- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Kewirausahaan dan Karir Mahasiswa (PK2M) Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan kepada ratusan mahasiswa kampus hijau itu secara hibrid (online dan offline), di Fortune Hotel Kendari, sejak 27- 28 Oktober 2023.

Dihadiri, diantaranya Rektor UHO diwakili Dewan Pertimbangan, Prof. Dr. Ir.La Ode Safuan, M.P; para Wakil Dekan III lingkup UHO, Kepala PK2M, Ketua Pokja Pengembangan Kewirausahaan, Ketua Pokja Pengembangan Karir, dan ratusan mahasiswa lingkup kampus. Dengan mendatangkan narasumber berkompeten.

Adalah, Dr. Winnie Septiani, S.T., M.Si,. IPM (Wakil Direktur Penelitian LPPM Universitas Trisakti); Nuril Baskan (Founder Nuril Media- Digital Creative dan Media), dan Ir. Hasmina Tari Mokui, S.T., M.E., Ph.D (Reviewer PKM Nasional 2021 dan Reviewer Internal UHO 2018- sekarang).

Ketua Dewan Pertimbangan UHO, Prof. Dr. Ir. La Ode Safuan, M.P mengapresiasi terlaksananya kegiatan Pelatihan Kewirausahaan. Mengingat giat ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kontribusi yang besar dari Kepala UPT PK2M dan narasumber serta ratusan mahasiswa yang mengikuti pelatihan secara offline dan online.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Wakil Dekan (WD) lingkup UHO yang telah memberikan pembinaan kepada para mahasiswanya, khususnya dalam bidang kewirausahaan,” ujarnya.

Ia menuturkan, pelatihan kewirausahaan dan praktek sebenarnya sudah sejak lama didapatkan di kampus, yakni salah satunya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan lainnya. Kata Prof Safuan, untuk memulai suatu bisnis tidak muncul begitu saja, melainkan harus mampu mengidentifikasi berbagai potensi dan menganalisis faktor kendalanya.

Sehingga, bisa melihat potensi apa saja yang bisa dikembangkan atau diusahakan agar berjalan dengan baik. Jadi bisnis itu tidak hanya membicarakan jual beli, tetapi bagaimana mampu untuk mengembangkannya.

“Untuk menjadi pebisnis yang sukses seorang wirausaha harus senantiasa berkerja keras dan kerja- kerja inovatif. Jadi mahasiswa yang ingin mengusulkan proposal PKM harus mempunyai rincian proposal yang jelas,” ucapnya.

Sementara itu, Dr. Sarinah, S.P., M.Si mengungkapkan, peserta pelatihan kewirausahaan adalah mahasiswa yang sudah memiliki proposal untuk diajukan kepada pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Misalnya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Ia menjelaskan, bahwa Kemendikbudristek mempunyai banyak dana yang diperuntukkan untuk kewirausahaan, riset, pengabdian masyarakat dan lainnya, yang ditujukan kepada para mahasiswa. Sehingga UPT PK2M hanya sebatas mengarahkan agar mahasiswa tidak hanya fokus mencari program di internal kampus melainkan proposalnya menuju kesana (program kementerian).

“PKM di Kemendikbudristek itu ada 10 item, baik itu tentang kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, riset dan lainnya. Jadi itemnya itu beragam, dari item yang beragam itu mereka bisa memilih dan diharapkan lolos disitu,” pungkasnya. (red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *