HaluOleoNews.ID, KENDARI — Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 serta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara, yang digelar pada Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka selaku pemegang saham pengendali, didampingi jajaran dewan komisaris serta para kepala daerah se-Sulawesi Tenggara. Rapat berlangsung di Aula Maju Bersama, Gedung Tower Bank Sultra, Kota Kendari.
Dalam forum tersebut, para pemegang saham melakukan evaluasi terhadap laporan kinerja manajemen selama satu tahun terakhir sekaligus membahas langkah strategis pengembangan Bank Sultra ke depan. Gubernur Sultra menjelaskan bahwa manajemen telah memaparkan berbagai capaian yang diraih sepanjang 2024 hingga 2025, yang dinilai menunjukkan tren positif meskipun terdapat sejumlah tantangan operasional.
“Intinya kita meminta laporan pertanggungjawaban dari Direktur Utama terkait capaian yang sudah diraih serta kendala yang dihadapi. Dari laporan tersebut, seluruh capaian menunjukkan hasil yang positif,” ujar Andi Sumangerukka.
Kinerja yang dinilai terus meningkat tersebut menjadi dasar bagi para pemegang saham untuk memberikan apresiasi kepada manajemen. Salah satu bentuknya melalui peningkatan porsi pembagian dividen kepada pemegang saham. Jika sebelumnya dividen yang dibagikan sebesar 70 persen dari laba, maka dalam RUPS kali ini disepakati meningkat menjadi 75 persen.
Selain RUPS tahunan, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan RUPS Luar Biasa yang membahas perubahan struktural dalam jajaran manajemen Bank Sultra, termasuk rencana penambahan satu posisi direksi baru. Penambahan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi perusahaan dalam menghadapi tantangan pengembangan perbankan di era digital.
Meski demikian, Gubernur Sultra menegaskan bahwa nama pejabat yang akan mengisi posisi direksi tersebut belum dapat diumumkan karena masih melalui tahapan mekanisme yang berlaku, termasuk proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). (Red)






