HaluOleoNews.ID, KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pidato Penjelasan Wali Kota terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, sekaligus penyerahan dokumen LKPJ dari Pemerintah Kota Kendari kepada DPRD, Senin (30/3/2026).
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, jajaran Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat atas dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan di Kota Kendari.
Ia menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan amanat peraturan perundang-undangan sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran.
“LKPJ pada hakikatnya merupakan progress report penyelenggaraan pemerintahan daerah yang mencakup pelaksanaan desentralisasi, tugas pembantuan, serta tugas umum pemerintahan,” ujar Wali Kota.
Dalam pemaparannya, Wali Kota mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan daerah Kota Kendari tahun 2025 mencapai lebih dari Rp1,5 triliun atau sekitar 90,5 persen dari target yang telah ditetapkan.
Rinciannya meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp409,56 miliar (81,50 persen), pendapatan transfer Rp1,13 triliun (96,40 persen), serta pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp34,45 miliar (97,23 persen).
Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp1,49 triliun atau 89,43 persen, yang terdiri dari belanja operasional Rp1,23 triliun (94,07 persen) dan belanja modal Rp260,93 miliar (72,51 persen). Untuk pembiayaan daerah, baik penerimaan maupun pengeluaran, terealisasi sebesar 100 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Meningkat
Dari sisi makro ekonomi, Kota Kendari menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,16 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,81 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan menjadi 86,36 poin, menempatkan Kota Kendari pada peringkat ke-6 secara nasional. Pendapatan per kapita masyarakat turut meningkat menjadi Rp85,16 juta per tahun, dari sebelumnya Rp80,97 juta pada 2024.
Selain itu, tingkat kemiskinan menurun dari 4,23 persen menjadi 4,18 persen, gini rasio turun dari 0,36 menjadi 0,35, serta inflasi terkendali di angka 2,96 persen. Namun demikian, tingkat pengangguran terbuka mengalami kenaikan dari 5,67 persen menjadi 5,94 persen dan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pembangunan Infrastruktur Terus Digenjot
Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kota Kendari mencatat sejumlah capaian, di antaranya peningkatan dan rehabilitasi jalan sepanjang 20,98 kilometer yang tersebar di 23 ruas jalan, serta pembangunan jalan lingkungan sepanjang 32,58 kilometer.
Selain itu, penanganan kawasan kumuh mencapai 534,11 hektare atau 13,16 persen, pembangunan drainase sepanjang 10,65 kilometer, serta revitalisasi sungai dan ruang terbuka hijau.
Pemerintah juga membangun gedung Dinas Perhubungan dan meningkatkan layanan perpustakaan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.
Fokus Tantangan dan Program 2026
Wali Kota mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu ditangani ke depan, terutama dalam pengelolaan persampahan, pengendalian banjir, serta penataan wajah kota.
“Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama di tahun 2026 untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas lingkungan hidup, sistem drainase, penanganan banjir, dan kebersihan kota,” jelasnya.
Pemerintah Kota Kendari juga terus mendorong peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan UMKM guna menekan angka pengangguran.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut mengumumkan bahwa Kota Kendari akan menjadi tuan rumah kegiatan internasional UCLG ASPAC pada 7–9 Mei 2026, yang akan dihadiri sekitar 250 delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik.
“Kami berharap dukungan seluruh pihak, termasuk DPRD, untuk menyukseskan event internasional ini sebagai bukti bahwa Kota Kendari telah diakui di tingkat global,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.
“Semoga kerja sama yang baik ini terus terjaga demi mewujudkan Kota Kendari yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya.









