HaluOleoNews.ID, KENDARI – Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari mencatat tingginya aktivitas pengaduan masyarakat sepanjang Maret 2026. Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, total panggilan yang masuk mencapai 2.566.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.854 panggilan atau 72 persen dinyatakan valid, sementara 712 panggilan lainnya atau 28 persen tergolong tidak valid, seperti prank call maupun ghost call.
Dari panggilan valid itu, operator 112 menindaklanjuti dengan membuat 199 tiket laporan kejadian yang kemudian didistribusikan ke instansi terkait. Hingga akhir periode pelaporan, sebanyak 120 tiket atau 60 persen telah berhasil diselesaikan, sedangkan 79 tiket lainnya atau 40 persen masih dalam proses penanganan.
Kepala Diskominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan tingginya jumlah panggilan menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan 112 sebagai kanal pengaduan darurat.
“Layanan 112 ini menjadi garda terdepan dalam merespons kebutuhan masyarakat. Kami terus berupaya memastikan setiap laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat oleh instansi terkait,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyoroti masih tingginya panggilan tidak valid yang dapat mengganggu efektivitas layanan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan ini secara bijak. Panggilan palsu atau tidak jelas tentu akan menghambat penanganan laporan yang benar-benar membutuhkan respons cepat,” tegasnya.
Berdasarkan data, Dinas Perhubungan Kota Kendari menjadi instansi dengan jumlah laporan terbanyak, yakni 42 kasus. Disusul PLN sebanyak 34 laporan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari 25 laporan, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kendari dengan 21 laporan.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari dan Polres Kendari masing-masing menerima 13 laporan. Sejumlah instansi lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas PUPR juga turut menangani pengaduan sesuai bidangnya.
Jenis laporan yang disampaikan masyarakat cukup beragam, mulai dari gangguan listrik, lampu jalan padam, penebangan pohon, hingga pohon tumbang. Selain itu, laporan juga mencakup kejadian kriminal seperti tawuran, kondisi bak sampah penuh, permintaan ambulans darurat, kebakaran, hingga kerusakan rumah akibat angin kencang.
Masalah lalu lintas dan kemacetan juga menjadi perhatian, termasuk keluhan terkait air PDAM yang tidak mengalir serta permintaan pembangunan drainase di sejumlah wilayah.
Dari sisi kinerja, beberapa instansi menunjukkan capaian yang cukup baik. Dinas Pemadam Kebakaran mencatat tingkat penyelesaian hingga 93 persen, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kendari mampu menyelesaikan 92 persen laporan.
Kinerja maksimal juga ditunjukkan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial yang berhasil menuntaskan seluruh laporan atau 100 persen selesai. PLN dan Polres juga mencatat seluruh laporan telah ditindaklanjuti.
Namun, masih terdapat instansi dengan tingkat penyelesaian rendah. Dinas Perhubungan baru menyelesaikan sekitar 5 persen laporan, sementara DLHK juga mencatat lebih dari separuh laporan belum terselesaikan.
Di tingkat wilayah, beberapa kecamatan seperti Mandonga berhasil menyelesaikan seluruh laporan yang masuk. Sementara kecamatan lain seperti Poasia, Wua-Wua, Kambu, Kendari Barat, dan Kendari masih memiliki sejumlah laporan yang belum tertangani sepenuhnya.
Sahuriyanto menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi bersama seluruh instansi terkait guna meningkatkan kecepatan respons dan kualitas pelayanan.
“Ke depan, kami akan memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap laporan bisa diselesaikan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)












