HaluOleoNews.ID, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali melahirkan calon tenaga kesehatan profesional melalui kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) yang dilaksanakan di Klinik dan Apotek FonAseLab Medical, Jalan Martandu, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Klinik dan Apotek FonAseLab Medical secara resmi menggelar kegiatan pelepasan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UHO Angkatan XV Batch I Tahun 2026 pada 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya proses praktik lapangan yang telah dijalani para mahasiswa selama enam minggu penuh.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Direktur Klinik dan Apotek FonAseLab Medical, Dr. Jafriati, S.Si., M.Si didampingi Apt. Muhammad Farid, S.Farm selaku Apoteker Penanggung Jawab (APJ) Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut, Dr. La Ode Ahmad Jazuli, S.Pd., M.Pd selaku pengarah.

Adapun empat mahasiswa peserta PKPA yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Rahmi Nurul Insani, Sri Fatmawati, Irza Sezil Utami, dan Aplifa Masra Mushawira.
Selama menjalani praktik profesi, para mahasiswa mendapatkan pembimbingan intensif secara langsung dari APJ Apt. Muhammad Farid, S.Farm. Mereka dibekali pengalaman nyata terkait pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan, mulai dari pengelolaan manajemen farmasi, administrasi pelayanan kefarmasian, pengelolaan obat, pelayanan dispensing, hingga swamedikasi pasien dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Direktur FonAseLab Medical, Dr. Jafriati menegaskan bahwa kegiatan PKPA bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter dan profesionalisme calon apoteker.
Menurutnya, seorang apoteker harus mampu menjunjung tinggi etika profesi, disiplin dalam pelayanan, serta memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan berkualitas.
“Mahasiswa profesi apoteker diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen FonAseLab Medical dalam mendukung pengembangan pendidikan tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Apt. Muhammad Farid menjelaskan bahwa proses pembimbingan selama PKPA dirancang agar mahasiswa memahami secara menyeluruh sistem pelayanan kefarmasian modern.
Ia menyebut, mahasiswa tidak hanya belajar tentang pengelolaan sediaan farmasi, tetapi juga dituntut mampu berkomunikasi dengan pasien secara profesional, humanis, dan edukatif.

“Mahasiswa harus memahami bagaimana alur pelayanan kefarmasian berjalan dengan baik, mulai dari pengelolaan obat hingga pelayanan langsung kepada pasien. Pengalaman praktik ini menjadi bekal penting sebelum nantinya terjun langsung sebagai apoteker profesional,” jelasnya.
Di sisi lain, Dr. La Ode Ahmad Jazuli menyampaikan bahwa PKPA memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi calon apoteker yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Menurutnya, pengalaman praktik di fasilitas pelayanan kefarmasian menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.
“PKPA merupakan tahapan penting dalam pembentukan kompetensi apoteker profesional. Mahasiswa belajar menghadapi situasi riil pelayanan kesehatan, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, analisis, dan pengambilan keputusan dalam praktik kefarmasian,” ungkapnya.

Sebelum prosesi pelepasan dilaksanakan, para mahasiswa terlebih dahulu mempresentasikan laporan hasil kegiatan selama mengikuti PKPA di Klinik dan Apotek FonAseLab Medical.
Dalam presentasi tersebut, mahasiswa memaparkan berbagai pengalaman praktik, capaian pembelajaran, evaluasi pelayanan kefarmasian, hingga sejumlah gagasan inovatif untuk mendukung pengembangan pelayanan dan manajemen apotek yang lebih optimal, modern, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.
W
Kegiatan pelepasan berlangsung penuh keakraban dan apresiasi. Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara dunia pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mencetak tenaga kefarmasian yang kompeten, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan kesehatan di masyarakat. (Red)











