Jelang Lebaran, Gubernur Sultra Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar dan gudang logistik untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra bersama Ketua DPRD, Kapolda, Danrem, Kejaksaan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindak) dan Dinas Ketahanan Pangan.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka mengatakan, sidak dimulai dari pasar tradisional hingga gudang logistik untuk memastikan kondisi stok dan harga bahan kebutuhan pokok tetap terkendali.

“Hari ini saya bersama seluruh Forkopimda melaksanakan sidak mulai dari pasar hingga ke gudang. Dari hasil pemeriksaan, khususnya terkait stok, termasuk yang kita lihat langsung di gudang Perum Bulog, ketersediaan bahan pokok masih sangat mencukupi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan dan laporan yang diterima, stok beras, minyak goreng, hingga gula dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

“Dari hasil penilaian dan pengecekan kita, stok beras cukup untuk tiga bulan, minyak juga tiga bulan, bahkan gula juga tersedia hingga tiga bulan. Artinya menjelang Lebaran tidak ada masalah terkait stok bahan pokok,” jelasnya.

Selain memastikan ketersediaan stok, tim juga memantau harga bahan pokok di pasar tradisional. Hasilnya, sebagian besar harga masih berada pada kisaran yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan beberapa komoditas dijual di bawah HET.

Namun demikian, Gubernur masih menemukan tujuh komoditas yang harganya masih belum sesuai dengan ketentuan HET.

“Ternyata ada tujuh item yang belum sesuai dengan HET. Saya sudah perintahkan Kadis Perindak untuk segera menertibkan dan memberi waktu kepada para pedagang agar menyesuaikan harga sesuai HET,” tegasnya.

Adapun komoditas yang dimaksud antara lain cabai keriting dan cabai rawit, ayam, telur ayam, daging, serta bawang putih dan bawang merah.

Ia menegaskan pemerintah akan melakukan pemantauan kembali dalam waktu tertentu. Jika para pedagang masih tidak mematuhi ketentuan yang berlaku, maka pemerintah akan mengambil langkah tegas sesuai aturan.

“Saya sudah kasih waktu. Nanti akan kita cek kembali, baik oleh tim maupun saya sendiri. Kalau masih tidak sesuai dengan aturan, tentu akan ada sanksi yang diberikan,” pungkasnya. (Red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *