Kendari Mendunia! UCLG ASPAC 2026 Jadi Panggung Diplomasi, Budaya, dan Pariwisata

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Kota Kendari resmi membuka pelaksanaan 2026 UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum, Jumat (8/5/2026), dengan kemeriahan budaya nusantara dan semangat kolaborasi internasional. Forum yang dihadiri delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik itu menjadi momentum penting bagi Kendari dan Sulawesi Tenggara untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, hingga komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan kepada dunia.

Pembukaan forum internasional tersebut berlangsung semarak diiringi penampilan tarian nusantara yang dibawakan para penari lokal Kota Kendari. Delegasi mancanegara tampak antusias menyaksikan pertunjukan budaya yang merepresentasikan keberagaman Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wijayagus, menegaskan bahwa UCLG ASPAC bukan sekadar forum pertemuan kepala daerah, melainkan momentum strategis untuk memperkuat solidaritas global dalam menghadapi tantangan pembangunan dunia.

“Pertemuan ini adalah momentum yang sangat krusial untuk mempererat solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau serta kekayaan alam yang menjadi modal besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Menurutnya, kekuatan budaya Indonesia yang terdiri dari lebih dari 1.200 suku bangsa juga harus menjadi bagian utama dalam pembangunan sektor pariwisata.

“Wisatawan tidak hanya datang menikmati panorama alam, tetapi juga memahami nilai budaya dan kehidupan masyarakat lokal,” katanya.

Akhmad Wijayagus turut mengapresiasi Pemerintah Kota Kendari yang dinilai mampu menyelenggarakan forum internasional dengan melibatkan sumber daya lokal.

“Semua penarinya dari Kota Kendari dan penyelenggaraannya juga menggunakan kemampuan lokal. Ini membuktikan daerah mampu menjadi tuan rumah event internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, dr. H. Siska Karina Imran, SKM mengatakan forum UCLG ASPAC menjadi kesempatan penting bagi Kendari untuk membuka jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada dunia.

“Hari ini kami tidak hanya membuka pintu kota kami, tetapi juga membuka hati kami. Kehadiran para delegasi adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi Kota Kendari,” ujarnya.

Siska menegaskan, Pemerintah Kota Kendari hadir dalam forum tersebut bukan untuk menunjukkan kesempurnaan, melainkan membawa semangat belajar dan membangun kolaborasi bersama kota-kota lain di Asia Pasifik.

Menurutnya, konsep pariwisata berkelanjutan tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tanggung jawab menjaga lingkungan serta melestarikan budaya lokal.

Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, menyebut Asia Tenggara kini menjadi salah satu kawasan tujuan wisata paling berkembang di dunia. Ia menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan pertumbuhan sektor wisata tetap berpihak pada masyarakat dan lingkungan.

“Pemerintah daerah adalah ujung tombak dalam pengelolaan destinasi wisata, menjaga kebersihan, keamanan, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya pertumbuhan perjalanan wisata domestik di Indonesia yang disebut mencapai lebih dari satu miliar perjalanan pada 2025, menandakan sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat daerah.

Di forum yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, memperkenalkan berbagai potensi wisata dan budaya Sulawesi Tenggara di hadapan delegasi internasional.

Beberapa destinasi unggulan yang diperkenalkan antara lain Pantai Nambo, Air Terjun Moramo, dan Pulau Labengki yang dikenal memiliki keindahan taman bawah laut. Hugua juga memperkenalkan budaya khas Pulau Muna melalui layang-layang tradisional Kaghati Kolope yang disebut sebagai salah satu layang-layang tertua di dunia.

“Kami berharap forum ini menjadi pintu bagi Sulawesi Tenggara untuk semakin dikenal dunia internasional,” katanya.

Pelaksanaan UCLG ASPAC di Kendari dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan rangkaian agenda pertemuan eksekutif, forum investasi, kerja sama antarkota, festival budaya, hingga pameran UMKM lokal yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai daerah. (red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *