HaluOleoNews.ID, KENDARI – pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Kendari menargetkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada tahun 2026 akan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari telah sukses melaksanakan GPM sebanyak 124 kali. Capaian tersebut dinilai efektif dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Kepala Disketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa peningkatan pelaksanaan GPM akan disesuaikan dengan kondisi inflasi di daerah.
“Kalau inflasi masih dalam kondisi normal, maka pelaksanaan GPM akan berjalan seperti biasa. Namun, jika inflasi cukup tinggi, Pemkot Kendari akan mengambil langkah-langkah darurat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah darurat tersebut meliputi peningkatan frekuensi GPM serta memperluas jangkauan distribusi pangan murah kepada masyarakat.
Selain itu, Pemkot Kendari juga akan menggandeng berbagai pihak atau stakeholder terkait, seperti TNI/Polri, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta instansi lainnya guna memperkuat distribusi dan ketersediaan pangan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kolaborasi ini penting agar bantuan pangan dapat tepat sasaran dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Abdul Rauf juga memastikan bahwa ketahanan pangan di Kota Kendari, khususnya untuk komoditas beras, dalam kondisi cukup baik. Hal ini didukung dengan keberadaan kios pangan yang tersebar di berbagai sudut kota.
“Kita memiliki kios pangan yang membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, sehingga ketersediaan beras di Kendari relatif aman,” jelasnya.
Melalui upaya ini, Disketapang Kendari berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga serta daya beli masyarakat tidak terganggu, terutama di tengah potensi fluktuasi harga menjelang hari-hari besar keagamaan maupun kondisi ekonomi tertentu. (Red)












