HaluOleoNews.ID, KOLAKA – Sosok muda yang dikenal sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Kendari, Dr. La Ode Muhammad Ady Ardyawan, S.Kep., Ners., M.Kes., Ph.D., kembali mencuri perhatian. Kali ini, ia resmi dinobatkan sebagai Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Bisnis (IKTB) Menara Bunda Kolaka, dalam pelantikan yang berlangsung Rabu (15/4/2026).
Pelantikan tersebut turut dihadiri, diantaranya keluarga besar kampus, Bupati Kolaka, serta sejumlah tamu undangan, menandai babak baru kepemimpinan di salah satu perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kolaka.
Dalam sambutannya, Dr. Ady menegaskan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa perubahan nyata bagi institusi yang dipimpinnya. Ia juga menepis anggapan bahwa usia muda menjadi penghalang dalam memimpin.
“Kepemimpinan bukan tentang usia, tetapi tentang integritas, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi dalam bekerja,” tegasnya.
Sebagai Ketua PSI Kendari, Dr. Ady dikenal aktif mendorong gagasan progresif dan kepemimpinan anak muda. Kini, peran tersebut ia bawa ke dunia pendidikan tinggi dengan tekad menjadikan IKTB sebagai kampus yang berdaya saing dan berdampak.
Ia menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan perubahan melalui budaya kerja profesional, transformasi berbasis inovasi, serta capaian nyata yang dirasakan langsung oleh mahasiswa dan masyarakat.
“Saya tidak datang untuk menjadi simbol. Saya datang untuk bekerja, memastikan kampus ini bergerak maju dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, Dr. Ady menargetkan langkah-langkah konkret seperti pembenahan sistem, penguatan layanan, serta peningkatan kinerja organisasi kampus.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjalankan roda kepemimpinan. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk berjalan bersama sebagai tim yang solid, bukan sekadar hubungan atasan dan bawahan.
Dengan latar belakang sebagai pemimpin partai politik sekaligus akademisi, penunjukan Dr. Ady sebagai rektor dinilai menjadi simbol kuat kebangkitan generasi muda dalam memimpin berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan muda bukanlah batasan, melainkan kekuatan untuk bergerak lebih cepat, berpikir lebih terbuka, dan bertindak lebih berani demi kemajuan institusi. (Red)











