HaluoleoNews.ID, KENDARI- Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Martin Effendi Patulak berharap, bahwa pembangunan gedung Kantor Gubernur Sultra yang baru bisa menjadi simbol kemajuan infrastruktur di Bumi Anoa (sebutan untuk Sultra) dan menjadi ikon arsitektur modern di Kota Kendari.
Disamping itu, dapat meningkatkan citra Provinsi Sultra di mata masyarakat serta pengunjung dari luar daerah. Sambungnya, keberadaan gedung baru ini juga dapat memberikan kenyamanan yang lebih bagi pegawai pemerintah dalam menjalankan tugas, serta memfasilitasi layanan publik yang lebih baik dan cepat.
“Proyek ini mencerminkan upaya pemerintah dalam memperbaiki fasilitas publik dan menciptakan ruang kerja yang efisien, serta dapat mendukung kebutuhan berbagai dinas yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, serta mempermudah koordinasi antar lembaga,” ujarnya baru- baru ini.
Gedung ini juga akan dilengkapi dengan sistem keamanan dan teknologi canggih yang mendukung kegiatan administrasi modern. Meski pengerjaan terus dikebut, tidak menampik adanya berbagai tantangan yang dihadapi, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu dan kemungkinan keterlambatan pengiriman material dari luar daerah.

Namun, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi kendala tersebut. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa pengiriman material berjalan sesuai jadwal, sehingga target bisa tercapai.
“Dengan segala persiapan yang telah dilakukan dan upaya maksimal dari para pekerja konstruksi di lapangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimis bahwa pembangunan kantor gubernur baru ini dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ucapnya.
Martin juga berharap dukungan dari masyarakat dalam bentuk doa dan dukungan moral untuk kelancaran proyek ini. Tidak hanya membawa manfaat dari sisi pelayanan pemerintahan, proyek pembangunan kantor Gubernur Sultra ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dalam proses konstruksi, proyek ini telah membuka lapangan kerja sementara bagi para pekerja lokal yang terlibat, serta memicu perputaran ekonomi di sektor konstruksi dan bahan bangunan. Ke depannya, keberadaan gedung kantor gubernur yang modern ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal di Sultra, serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

“Infrastruktur yang baik dan representatif sangat penting dalam menarik minat investor, karena mencerminkan kesiapan daerah dalam memberikan fasilitas dan pelayanan yang memadai,” ungkapnya.
Dengan target penyelesaian akhir tahun 2024, gedung baru kantor Gubernur Sultra ini diharapkan tidak hanya menjadi kantor yang megah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelayanan publik yang efisien. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern dan responsif melalui fasilitas yang nyaman dan representatif.
Keberhasilan proyek ini akan menjadi salah satu tolok ukur dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Selain itu, gedung ini juga akan menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus melakukan pembaruan dan pengembangan infrastruktur di Sulawesi Tenggara.
Selain itu, saat ini pengerjaan gedung kantor Gubernur yang baru ini difokuskan pada dinding eksterior gedung yang diharapkan selesai tepat waktu. Dimana, proyek ini berada pada tahap penting untuk penyelesaian dinding eksterior, dengan kemajuan signifikan di beberapa bagian.

“Saat ini yang dikerjakan adalah dinding kanan gedung yang sudah hampir rampung. Tinggal proses plaster, pengecatan, dan pemasangan jendela kaca,” ungkap Effendi.
Dikatakannya, beberapa material tambahan untuk dinding pada bagian gedung lainnya sudah tersedia dan siap dipasang. Pada bagian depan gedung, desain arsitektur menggunakan kaca secara keseluruhan, yang menciptakan tampilan modern dan elegan. Penggunaan kaca ini tidak hanya memberikan estetika yang menarik, tetapi juga mempercepat proses pengerjaan karena pemasangannya yang lebih sederhana dibandingkan material lain.
“Saat ini progres pembangunan baru mencapai sekitar 18%. Meski demikian, kita optimistis pengerjaan dapat berlangsung dengan cepat karena semua material yang dibutuhkan sudah siap dan tinggal dipasang. Target kita, minggu ketiga Desember 2024 proyek ini akan rampung sesuai dengan jadwal,” tambahnya.
Dari sisi anggaran, Effendi membeberkan bahwa alokasi dana untuk proyek tahun ini mencapai Rp 16 miliar. Namun, menurutnya, biaya finishing gedung akan jauh lebih besar karena membutuhkan banyak kelengkapan tambahan. Untuk finishing, butuh sekitar Rp50 miliar. Hal ini mencakup beberapa fasilitas seperti pemasangan lift, penyelesaian interior, dan penambahan elemen penting lainnya untuk operasional gedung.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tahap finishing ini merupakan bagian yang paling mahal dalam pembangunan, mengingat kelengkapan gedung harus memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Infrastruktur seperti lift sangat penting mengingat gedung ini akan menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan diharapkan memberikan akses yang mudah bagi seluruh pengguna, termasuk masyarakat umum. (Adv)












